Apel Pagi Senin di Pengadilan Agama Pelaihari: Bangun Semangat Kerja, Tegakkan Integritas Aparatur
Inews Pelaihari- Mengawali pekan pertama di bulan Agustus, Pengadilan Agama (PA) Pelaihari kembali menggelar apel pagi rutin yang menjadi bagian dari budaya kerja disiplin dan profesionalisme di lingkungan peradilan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin pagi pukul 08.00 WITA, bertempat di halaman kantor PA Pelaihari, dan diikuti secara penuh oleh seluruh elemen aparatur pengadilan.
Hadir dalam apel tersebut Wakil Ketua, para Hakim, Panitera, pejabat struktural dan fungsional, CPNS, pegawai PPNPN, petugas Pos Bantuan Hukum (Posbakum), hingga mahasiswa magang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga ritme kerja yang konsisten, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Baca Juga : Tanah Laut Ngebut! Kampung KB Digenjot Menuju Mandiri dan Paripurna
Dipimpin Wakil Ketua, Apel Tekankan Profesionalisme dan Tindak Lanjut Administrasi
Apel pagi kali ini dipimpin oleh Wakil Ketua PA Pelaihari, Bapak Achmad Sya’rani, S.H.I. sebagai pembina, sementara Komandan Apel dipercayakan kepada Evid Candra Dwi Putra, S.Kom., salah satu staf yang dikenal aktif dalam kegiatan organisasi.
Dalam amanatnya, Bapak Achmad Sya’rani menyampaikan beberapa poin penting. Salah satunya adalah instruksi menindaklanjuti surat dari Koperasi Pusat Mahkamah Agung RI dengan Nomor: 19/KPMA/MU/08/2025 tertanggal 1 Agustus 2025, yang berkaitan dengan finalisasi pendataan Pakaian Dinas Seragam Batik Mahkamah Agung (PDSBMA). Ia mengingatkan agar jajaran sekretariat segera mengambil langkah konkret untuk menyukseskan pendataan tersebut, mengingat hal ini merupakan bagian dari penertiban administratif dan pencitraan kelembagaan.
“Kita harus serius dalam merespons setiap kebijakan dari pusat, termasuk pendataan PDSBMA ini. Koordinasi internal harus berjalan dengan lancar agar tidak ada yang tertinggal,” ujar beliau tegas.
Penegasan Nilai Integritas sebagai Pondasi Layanan Peradilan
Tak hanya soal administratif, apel pagi ini juga menjadi ajang refleksi nilai-nilai dasar dalam pengabdian sebagai aparatur negara. Dalam pesannya, Wakil Ketua PA Pelaihari mengingatkan seluruh pegawai agar selalu menjunjung tinggi nilai integritas, baik dalam pekerjaan sehari-hari maupun saat berinteraksi dengan masyarakat pencari keadilan.
“Integritas bukan hanya slogan, melainkan prinsip yang harus diwujudkan dalam setiap tindakan kita. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi peradilan sangat tergantung pada sikap dan etika kita sebagai pelaksana tugas,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa pelayanan publik yang berkualitas tidak mungkin tercapai tanpa kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen untuk melayani sepenuh hati.
Apel Menjadi Momentum Menyatukan Visi dan Energi Baru
Seluruh rangkaian apel berlangsung dengan tertib, penuh kekhidmatan, dan diwarnai dengan semangat positif dari para peserta. Apel bukan hanya rutinitas formal, melainkan menjadi media strategis untuk menyatukan visi, memperkuat rasa tanggung jawab, dan membangun kekompakan tim kerja.
Bagi para mahasiswa magang dari UIN Antasari, apel ini juga menjadi pengalaman nyata dalam memahami budaya organisasi dan disiplin kerja di lembaga peradilan. Mereka mendapatkan gambaran langsung tentang peran penting pengadilan agama dalam sistem hukum nasional, sekaligus merasakan atmosfer profesionalisme yang dikembangkan dalam lingkungan kerja.
Komitmen untuk Pelayanan Prima di Tengah Dinamika Perubahan
Sebagai penutup, Bapak Achmad Sya’rani menegaskan bahwa perubahan regulasi dan dinamika pelayanan publik menuntut seluruh jajaran PA Pelaihari untuk terus berbenah dan beradaptasi. Oleh karena itu, kegiatan apel seperti ini akan terus dilaksanakan secara rutin, bukan hanya untuk menjaga kedisiplinan, tetapi juga sebagai sarana komunikasi internal dan peneguhan semangat kerja kolektif.
Dengan semangat apel pagi yang konsisten, PA Pelaihari menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi lembaga yang bersih, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
















