Bayi Laki-Laki Ditemukan di Semak Pinggir Jalan PT. SUN Pelaihari, Warga Heboh
Inews Pelaihari- Warga Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, digemparkan dengan penemuan sesosok bayi mungil berjenis kelamin laki-laki di semak-semak pinggir Jalan PT. SUN, Rabu (27/8/2025). Tangisan lirih sang bayi pertama kali terdengar oleh seorang warga yang tengah melintas di kawasan tersebut.
“Awalnya saya kira suara kucing, tapi setelah saya dekati ternyata suara bayi. Kondisinya berada di semak dengan tubuh masih terbungkus kain seadanya,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga : Buruh Demo Serentak 28 Agustus
Bayi Segera Dievakuasi
Setelah memastikan keberadaan bayi tersebut, warga sekitar segera berinisiatif melakukan evakuasi darurat. Bayi kemudian dibawa ke Puskesmas Matah untuk menjalani pemeriksaan awal. Kondisi kesehatannya langsung menjadi perhatian karena dikhawatirkan mengalami dehidrasi dan kurang perawatan.
Petugas medis Puskesmas Matah memastikan bahwa bayi dalam keadaan hidup, meski memerlukan penanganan lebih intensif. Tak lama berselang, pihak puskesmas berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut untuk menangani kasus ini.
Dinas Sosial Ambil Alih Penanganan
Widia Notiariyani, Pendamping Anak Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut, membenarkan adanya temuan bayi ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat untuk memastikan keselamatan sang bayi.
“Bayyi tersebut sudah kami tangani, lalu langsung dirujuk ke RSUD H. Boejasin agar mendapat pemeriksaan medis lebih intensif. Kami ingin memastikan kesehatannya stabil sebelum menentukan langkah lanjutan,” jelas Widia.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Kasus penemuan bayyi ini kini ditangani oleh aparat kepolisian. Polsek Pelaihari bersama Dinas Sosial terus melakukan koordinasi guna mengungkap identitas orang tua bayyi tersebut. Polisi menduga kuat bayyi sengaja ditinggalkan, namun motif di balik tindakan itu masih menjadi tanda tanya besar.
“Kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lapangan. Harapannya, segera ada titik terang mengenai siapa orang tua bayyi ini dan alasan mereka meninggalkan anaknya,” ujar seorang petugas kepolisian.
Warga Simpati, Publik Berharap Ada Jalan Keluar
Peristiwa ini langsung mengundang simpati warga Pelaihari. Banyak yang prihatin sekaligus geram, mengingat tindakan meninggalkan bayyi bisa membahayakan nyawa sang anak. Beberapa warga bahkan menyampaikan kesediaannya untuk membantu sementara waktu jika dibutuhkan.
Kini, masyarakat menanti hasil penyelidikan aparat sekaligus langkah konkret pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan terbaik bagi bayyi tersebut. Sementara itu, kondisi bayyi laki-laki itu dilaporkan dalam pengawasan ketat tim medis dan berada dalam keadaan relatif stabil.














