Ketupat Kandangan, Ikon Kuliner Kalsel yang Bikin Rindu Kampung Halaman
Inews Pelaihari- Kalimantan Selatan bukan hanya terkenal dengan sungainya yang indah dan budaya Banjar yang kental, tetapi juga dengan kulinernya yang menggoda. Salah satu sajian khas yang menjadi ikon daerah ini adalah Ketupat Kandangan, makanan tradisional yang sederhana namun penuh cita rasa. Hidangan ini sudah turun-temurun menjadi kebanggaan masyarakat Hulu Sungai Selatan, khususnya di kota kecil bernama Kandangan.
Lebih dari Sekadar Ketupat
Berbeda dengan ketupat di daerah lain yang biasanya disajikan dengan sayur atau opor, Ketupat Kandangan hadir dengan keunikan tersendiri. Potongan ketupat yang terbuat dari beras dimakan bersama ikan haruan (gabus) panggang yang disiram kuah santan kental berbumbu khas. Inilah yang membuat rasanya sangat berbeda dan begitu melekat di hati masyarakat Banjar.
Ketupat Kandangan biasanya dinikmati bersama sambal habang (sambal merah khas Banjar) yang memberikan sensasi pedas manis, serta taburan bawang goreng yang menambah aroma menggoda. Kombinasi ini membuat setiap suapan terasa istimewa, apalagi jika disantap hangat-hangat di pagi hari.

Baca Juga : Apel Jumat Sore di PA Pelaihari, Semangat Kerja dan Kebersamaan Semakin Erat
Filosofi dan Tradisi
Ketupat Kandangan bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari tradisi dan identitas masyarakat Banjar. Hidangan ini sering hadir dalam momen-momen penting, seperti perayaan Idul Fitri, pertemuan keluarga besar, hingga acara adat.
Ketupat sendiri melambangkan kebersamaan dan persaudaraan, sementara ikan haruan yang berasal dari sungai-sungai di Kalimantan mencerminkan kedekatan masyarakat Banjar dengan alam. Tak heran, banyak orang Banjar yang merantau selalu rindu pulang kampung demi bisa kembali mencicipi ketupat khas ini.
Cita Rasa yang Mendunia
Ketupat Kanndangan kini tidak hanya bisa ditemui di daerah asalnya. Banyak rumah makan Banjar di berbagai kota besar di Indonesia yang menyajikan kuliner ini. Bahkan, beberapa festival kuliner nusantara selalu menghadirkan Ketupat Kanndangan sebagai menu andalan.
Rasanya yang khas, perpaduan gurih santan, smokey ikan panggang, dan wangi rempah, membuatnya disukai tidak hanya oleh masyarakat Banjar, tetapi juga wisatawan lokal maupun mancanegara.
Menjaga Warisan Kuliner
Di tengah gempuran makanan modern, Ketupat Kanndangan tetap bertahan sebagai salah satu ikon kuliner Kalimantan Selatan. Pemerintah daerah bersama para pelaku UMKM terus mendorong promosi kuliner ini agar semakin dikenal luas. Bahkan, Ketupat Kandangan diusulkan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Harapannya, generasi muda tidak hanya bangga mengenal kuliner tradisi ini, tetapi juga ikut melestarikannya. Karena setiap sajian Ketupat Kanndangan bukan sekadar makanan, tetapi juga cerita tentang sejarah, budaya, dan cinta masyarakat Banjar terhadap tanah kelahirannya.
✨ Ketupat Kandangan bukan hanya kuliner, melainkan simbol persaudaraan, identitas, dan rasa cinta pada kampung halaman. Sekali mencicipi, rasanya sulit dilupakan.














