Tanah Laut Raih Predikat Kabupaten Layak Anak, Bukti Komitmen Lindungi Generasi Muda
Inews Pelaihari- Pemerintah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Predikat Pratama Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keseriusan Pemkab Tanah Laut dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak.
Pengumuman penghargaan dilakukan pada Jumat malam, dan Wakil Bupati Tanah Laut, H. Muhammad Zazuli, menerimanya secara daring melalui Command Center Pelaihari. Ia hadir bersama sejumlah pejabat Pemkab yang turut mendukung program perlindungan anak di daerah.
“Penghargaan ini menjadi pengakuan nyata bahwa kerja keras kita selama ini membuahkan hasil. Pemerintah daerah berkomitmen penuh menjaga hak anak agar mereka tumbuh dalam suasana yang sehat, aman, dan bahagia,” ujar Zazuli.
Tanah Laut masuk dalam jajaran 265 daerah di Indonesia yang berhasil memperoleh predikat KLA, dengan kategori penilaian mulai dari Pratama, Madya, Nindya, hingga Utama. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus meningkatkan program-program yang pro terhadap anak.

Baca Juga : Polres Tabalong Jadi Tuan House Audit Kinerja Tahap II Itwasum Polri 2025
Zazuli menegaskan, penghargaan ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari upaya yang lebih besar.
“Kami ingin Tanah Laut menjadi daerah yang benar-benar layak huni untuk anak-anak, bukan hanya di atas kertas, tetapi terasa di setiap sudut wilayah,” tambahnya.
Selama ini, Pemkab Tanah Laut telah melaksanakan berbagai program perlindungan anak, mulai dari penyediaan ruang bermain ramah anak, penguatan sekolah ramah anak, pembentukan forum anak, hingga peningkatan layanan kesehatan dan gizi.
Dengan penghargaan KLA ini, Pemkab Tanah Laut berharap dapat menginspirasi daerah lain untuk memperhatikan kualitas hidup anak-anak. Sebab, anak bukan hanya generasi penerus, tetapi juga penentu masa depan bangsa.
Malam itu, meski penghargaan diserahkan secara virtual, semangat dan kebanggaan tetap terasa di ruangan. Sorot mata para pejabat yang hadir memancarkan tekad untuk terus melangkah lebih jauh demi masa depan anak-anak Tanah Laut yang lebih cerah.
Setelah acara penyerahan penghargaan selesai, pemerintah daerah langsung menggelar rapat singkat untuk membahas langkah lanjutan.
Wakil Bupati memimpin diskusi dan mengajak semua dinas terkait untuk memperkuat program perlindungan anak di setiap kecamatan.
Pertama, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan memperluas jaringan Forum Anak hingga ke desa-desa. Langkah ini bertujuan agar anak-anak memiliki ruang menyampaikan pendapat mereka secara langsung.
Selanjutnya, Dinas Pendidikan mulai menyusun rencana untuk menambah jumlah sekolah ramah anak. Setiap sekolah akan menyediakan area bermain yang aman, pojok baca, serta fasilitas sanitasi yang layak.
Tidak berhenti di situ, Dinas Kesehatan juga menargetkan peningkatan layanan kesehatan anak, termasuk imunisasi lengkap, pemeriksaan gizi, dan pendampingan psikologis bagi anak-anak yang membutuhkan.
Masyarakat pun ikut mengambil bagian. Para tokoh desa sepakat menggelar kegiatan rutin seperti lomba kreatif, penyuluhan keluarga, dan kerja bakti membersihkan taman bermain. Dengan cara ini, lingkungan tempat tinggal anak menjadi lebih sehat dan menyenangkan.
Menjelang akhir rapat, Zazuli mengingatkan bahwa penghargaan hanyalah bonus dari kerja keras. Menurutnya, yang terpenting adalah memastikan setiap anak di Tanah Laut tumbuh dengan bahagia, terlindungi, dan mendapat kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya.
Malam semakin larut, tetapi semangat di ruang Command Center tetap menyala. Semua pihak merasa yakin bahwa Tanah Laut mampu melangkah lebih jauh untuk menjadi daerah yang benar-benar layak bagi anak-anaknya.














