PELAIHARI – Panitia penyelenggara Ramadan Expo Pelaihari secara mengejutkan memutuskan untuk menutup rangkaian acara lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. Langkah ini diambil guna menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung setelah volume massa di lokasi kegiatan melampaui kapasitas maksimal. Oleh karena itu, petugas keamanan kini memperketat akses masuk serta melakukan sterilisasi area untuk menghindari kepadatan yang berisiko memicu insiden yang tidak diinginkan.
Pihak panitia menjelaskan bahwa tingginya antusiasme warga tahun ini di luar prediksi tim lapangan. Hasilnya, ketersediaan stok produk pada sebagian besar stan UMKM telah habis terjual hanya dalam waktu beberapa hari saja.
Evaluasi Keamanan dan Stok Produk UMKM
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menekankan bahwa penutupan lebih awal ini merupakan bentuk tanggung jawab moral terhadap keselamatan publik. Selain itu, penyelenggara sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen kerumunan guna mempersiapkan ajang yang lebih baik pada tahun depan. Dengan demikian, keputusan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi warga meskipun banyak calon pembeli yang merasa kecewa karena tidak sempat berkunjung.
Baca Juga:Kemenkum Kalsel Koordinasi Pembinaan Posbankum

Sejumlah pedagang lokal mengaku sangat bersyukur karena dagangan mereka laku keras dalam waktu yang sangat singkat. Oleh sebab itu, koordinasi antara dinas terkait dan pelaku usaha kecil tetap berjalan intensif guna mencari solusi pendistribusian produk di luar area expo. Langkah responsif ini menunjukkan bahwa perekonomian masyarakat di Pelaihari sedang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat selama bulan suci.
“Kami memohon maaf atas kebijakan penutupan ini demi mencegah hal-hal yang membahayakan nyawa pengunjung. Sebab, kesuksesan sebuah acara tidak hanya kami ukur dari angka penjualan, tetapi juga dari keselamatan setiap individu yang hadir,” ujar perwakilan panitia Ramadan Expo Pelaihari.
Harapan bagi Penyelenggaraan Masa Depan
Hasilnya, pembangunan infrastruktur pameran yang lebih luas dan representatif kini menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah. Pada akhirnya, Pelaihari akan siap menyambut kunjungan wisatawan yang lebih besar dengan standar pelayanan yang jauh lebih profesional.
Panitia mengimbau masyarakat untuk tetap mendukung produk UMKM lokal melalui kanal penjualan daring atau pasar tradisional lainnya. Sebab, semangat gotong royong dalam memajukan ekonomi daerah tidak boleh berhenti meskipun pameran fisik telah berakhir lebih cepat.














