Warga Tebingsiring Putus Jalan Kebun Demi Selamatkan Jalan Aspal dari Truk Batu Gunung
Inews Pelaihari- Ratusan warga Desa Tebingsiring, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan, melakukan aksi gotong-royong memutus akses jalan kebun yang kerap dilalui truk pengangkut batu gunung. Aksi ini dilakukan pada Selasa malam (12/8/2025) demi menjaga kondisi jalan aspal utama menuju desa mereka tetap mulus.
Suasana malam di desa yang biasanya tenang berubah menjadi ramai oleh aktivitas warga. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan puluhan hingga ratusan orang berkumpul membawa linggis, cangkul, dan senter. Di tengah keramaian itu, terlihat Kepala Desa Tebingsiring, Mulyadi, ikut turun tangan memimpin warganya.
“Ini murni demi kepentingan bersama. Kami tidak ingin jalan aspal yang baru diaspal Pemkab Tala tahun lalu hancur karena dilewati truk-truk besar bermuatan batu gunung,” tegas Mulyadi saat dihubungi melalui telepon, Rabu (13/8/2025).

Baca Juga : Kolombia Berduka, Capres Miguel Uribe Wafat Setelah Berjuang Melawan Luka Tembak
150 Warga Bergerak Setelah Maghrib
Sekitar 150 warga bergotong-royong mulai setelah waktu Maghrib. Mereka bekerja tanpa bantuan alat berat, hanya mengandalkan peralatan seadanya. Dalam waktu kurang lebih tiga jam, mereka berhasil menggali muara jalan kebun yang mengarah ke jalan poros desa.
Penggalian dilakukan sedalam 25 sentimeter, lebar setengah meter, dan memanjang hingga 15 meter. Langkah ini sengaja dibuat agar truk batu gunung tidak bisa mencari celah untuk lewat, bahkan dari sisi bahu jalan.
“Dulu kami pernah memutus jalan dengan alat berat, tapi sopir truk tetap menemukan cara untuk lewat. Mereka menurunkan kayu di bahu jalan dan akhirnya tetap bisa mencapai jalan aspal. Jadi sekarang kami buat galian lebih panjang supaya benar-benar tidak ada celah,” jelas Mulyadi.
Koordinasi dengan PTPN
Sebelum melaksanakan aksi, Mulyadi dan perangkat desa sudah berkoordinasi dengan pihak manajemen PTPN, karena jalan kebun tersebut berada di wilayah perkebunan sawit mereka.
Ia juga menegaskan bahwa jalan yang diputus bukan satu-satunya akses kebun. Masih ada jalur lain yang dapat digunakan angkutan sawit sehingga aktivitas perkebunan tidak terhenti total.
Jalan Aspal yang Berharga
Mulyadi mengungkapkan bahwa sejak jalan poros menuju Desa Tebingsiring diaspal pada tahun lalu, kenyamanan berkendara justru mengundang masalah baru. Truk-truk besar pengangkut batu gunung mulai melintas siang dan malam, membawa muatan berat yang dikhawatirkan merusak jalan.
“Kami berjuang bertahun-tahun untuk mendapatkan jalan bagus. Sekarang sudah ada, kami tidak mau membiarkannya cepat rusak. Jalan ini adalah urat nadi warga untuk ke Kota Pelaihari, berbelanja, menjual hasil bumi, sampai mengantar anak-anak sekolah dan kuliah,” tuturnya.
Aksi warga ini mendapatkan dukungan luas dari masyarakat desa yang menganggap langkah tersebut sebagai bentuk nyata menjaga fasilitas bersama. Meski begitu, mereka berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera memberikan solusi permanen agar masalah serupa tidak terulang.














